Top Banner
AdventorialKutim

Pimpin Kontingen Porprov 2026, Wabup Mahyunadi Genjot Lumbung Medali Kutim

325
×

Pimpin Kontingen Porprov 2026, Wabup Mahyunadi Genjot Lumbung Medali Kutim

Sebarkan artikel ini

SANGATTA — Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mematok target ambisius menembus posisi tiga besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser. Konsolidasi masif digelar di Aula Kantor KONI Kutim, menyatukan barisan pemerintah daerah, pengurus KONI, dan 36 cabang olahraga (cabor) demi merumuskan strategi tempur.

Ketua Kontingen Kutim sekaligus Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, menegaskan bahwa misi ini menjadi pertaruhan gengsi daerah. Berdasarkan evaluasi Porprov 2022, Kutim harus memangkas jurang lebar selisih 50 medali emas dari posisi tiga besar.

“Ini bukan tugas gampang. Selisih 50 emas itu sangat besar, sehingga kita butuh strategi agresif. Fokus utama kita adalah menyerang dan mengamankan medali emas sebanyak-banyaknya karena itulah penentu peringkat,” tegas Mahyunadi.

Strategi Lumbung Medali dan Fasilitas Atlet

Taktik Kutim bertumpu pada penggenjotan cabor berpotensi medali melimpah seperti hapkido dan aeromodeling, tanpa mengesampingkan cabor popular seperti sepak bola.

Di samping peta taktis, jaminan logistik dan fasilitas atlet menjadi harga mati. Mahyunadi mewanti-wanti agar urusan teknis seperti kelayakan akomodasi, transportasi, hingga kualitas konsumsi tidak merusak performa atlet di lapangan.

Dari sisi kelembagaan, Sekretariat KONI Kutim disepakati menjadi Sekretariat Kontingen guna memangkas birokrasi dan memusatkan komando. Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, mencatat 24 cabor telah menyetorkan inventarisasi kebutuhan spesifik, sementara sisanya didorong untuk segera melengkapi data.

Waktu Kritis Lima Bulan

Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono, menekankan pentingnya mendeteksi hambatan teknis sejak dini agar tidak ada keluhan yang muncul saat kompetisi berlangsung. Dengan sisa waktu persiapan sekitar lima hingga enam bulan, seluruh cabor diinstruksikan segera merancang pemusatan latihan (training center).

“Sisa waktu lima hingga enam bulan ini harus dimaksimalkan untuk mengonversi potensi perak dan perunggu menjadi emas,” ujar Rudi.

Manajemen kontingen telah menetapkan linimasa ketat, dengan target kondisi fisik dan mental atlet berada pada puncak performa (peak performance) pada November mendatang.(adv)

Total Views: 322

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *