Top Banner
AdventorialKutim

Raker PDK3 di Telen, Wabup Kutim Tekankan Pentingnya Persatuan dan Pembangunan Pedalaman

373
×

Raker PDK3 di Telen, Wabup Kutim Tekankan Pentingnya Persatuan dan Pembangunan Pedalaman

Sebarkan artikel ini

TELEN — Lapangan Sepak Bola Dusun Lingai Jalung, Desa Lung Melah, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mendadak bergemuruh oleh riuh rendah busana adat dan semangat kebersamaan. Sebanyak 1.050 peserta dari 24 desa perwakilan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) tumpah ruah memadati pembukaan Rapat Kerja (Raker) Perkumpulan Persatuan Dayak Kayan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (PDK3).

Mengusung tema “Dengan Semangat Rapat Kerja Kita Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan Dayak Kayan serta Melestarikan Seni dan Budaya”, perhelatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan komitmen pelestarian warisan leluhur di tengah arus modernisasi.

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, dalam sambutannya menekankan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan modal dasar utama dalam membangun daerah. Pemerintah, kata dia, tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya kolaborasi erat dengan masyarakat dan dunia usaha.

“Keberagaman suku, budaya, dan adat-istiadat di Kutai Timur bukanlah sekat pemisah, melainkan kekayaan besar yang harus dirawat bersama demi menjaga kerukunan serta kedamaian di daerah,” ujar Mahyunadi di hadapan Penasehat PDK3 yang juga Ketua DPRD Malinau Ping Ding, Ketua Umum PDK3 Tan Irang, serta ribuan warga dan tokoh adat yang hadir.

Selain penguatan persatuan, Wabup Mahyunadi memaparkan sejumlah capaian progresif pembangunan fisik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat pedalaman, khususnya pemerataan fasilitas penerangan listrik dan infrastruktur jalan.

Ia mengungkapkan, hampir seluruh desa di Kutim kini telah menikmati aliran listrik PLN, termasuk Desa Lung Melah. Pada tahun 2027 mendatang, tersisa tiga desa di wilayah ekstrem seperti Sandaran dan Pulau Miang yang belum teraliri, sementara sisanya ditargetkan tuntas tahun ini.

Di sektor konektivitas, proyek pembangunan jembatan penyeberangan serta pembukaan akses jalan darat tembus ke Simpang Wahar dijadwalkan mulai dikerjakan bulan depan. Langkah strategis ini diyakini mampu memangkas waktu tempuh perjalanan menjadi sekitar satu jam, sehingga mobilitas ekonomi dan sosial masyarakat pedalaman terdongkrak signifikan.

Dalam kesempatan yang sama, aspek kebudayaan turut mendapat sorotan tajam. Mahyunadi mengapresiasi keterlibatan lintas generasi mulai dari sesepuh, pemuda, hingga anak-anak yang membawakan tarian tradisional Dayak Kayan pada acara pembukaan tersebut. Ia berpesan agar modernisasi tidak mengikis jati diri budaya leluhur, serta mendorong generasi muda untuk terus merawat bahasa dan adat istiadat.

Melalui Raker ini, Pemkab Kutim berharap PDK3 mampu merumuskan program kerja yang relevan dan memberikan dampak nyata bagi penguatan kepemimpinan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kemandirian ekonomi warga Dayak Kayan di Kaltim dan Kaltara.(adv)

Total Views: 370

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *