Top Banner
Pemkab PPU

Lonjakan Dana Bosda Rp31 Miliar Pastikan Kesejahteraan Guru Honorer di PPU Tetap Aman

240
×

Lonjakan Dana Bosda Rp31 Miliar Pastikan Kesejahteraan Guru Honorer di PPU Tetap Aman

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Disdikpora Kabupaten PPU, Durajat

PENAJAM – Sektor pendidikan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendapatkan angin segar di tengah dinamika tahun ajaran baru 2026. Seiring dengan bertambahnya jumlah peserta didik secara keseluruhan, alokasi Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) yang bersumber dari APBD Kabupaten PPU mengalami lonjakan signifikan hingga menembus angka lebih dari Rp31 miliar.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten PPU, Durajat, menerangkan bahwa mekanisme perhitungan anggaran Bosda bersifat dinamis dan sangat bergantung pada perkembangan jumlah siswa di setiap satuan pendidikan.

“Menghitung dan memonitor jumlah dana BOS kita menyesuaikan dengan jumlah murid,” kata Durajat saat memberikan keterangan resmi, Selasa (20/10/2026).

Mengingat sektor pendidikan merupakan prioritas utama yang bersifat wajib, penyesuaian anggaran dilakukan secara otomatis demi menunjang operasional sekolah serta memenuhi kebutuhan pokok di lingkungan sekolah negeri.

“Ketika jumlah muridnya bertambah, dana BOS juga ikut bertambah karena ini merupakan mandatory spending yang wajib diutamakan,” jelas Durajat.

Secara terperinci, dana sebesar Rp31 miliar tersebut disalurkan untuk seluruh sekolah negeri di empat wilayah kecamatan, yakni Penajam, Sepaku, Waru, dan Babulu. Jenjang SD negeri yang mencakup 96 sekolah menerima porsi terbesar senilai lebih dari Rp21,1 miliar, sementara 27 sekolah tingkat SMP negeri mendapatkan alokasi sekitar Rp9,8 miliar.

Kabar paling melegakan dari kebijakan ini adalah fleksibilitas penggunaan dana BOS yang kembali diizinkan oleh pemerintah pusat untuk membiayai gaji serta honorarium tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan non-ASN.

“Contohnya KPC (Kartu Penajam Cerdas) tahun lalu beda tahun sekarang, kan ini bertambah,” pungkas Durajat.

Dengan dukungan anggaran yang semakin memadai ini, Pemkab PPU optimistis proses belajar mengajar di seluruh satuan pendidikan dapat berjalan semakin optimal, sementara status kesejahteraan para pahlawan tanpa tanda jasa di daerah tetap terjaga dengan baik. (Adv)

Total Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *