Top Banner
AdventorialKutim

Sejak 2024, 150 Anak Kutim Nikmati Beasiswa Indonesia Emas Daerah

305
×

Sejak 2024, 150 Anak Kutim Nikmati Beasiswa Indonesia Emas Daerah

Sebarkan artikel ini

SANGATTA — Sebanyak 150 anak Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah merasakan manfaat program Beasiswa Indonesia Emas Daerah sejak pemerintah daerah menjalankan program tersebut pada 2024. Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kutim memperluas dukungan terhadap pendidikan generasi muda.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menyampaikan capaian tersebut dalam sosialisasi Beasiswa Stimulan Siswa Kutim Tahun 2026 di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Kamis (20/8/2026).

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Kutim telah menjalin kerja sama dengan 10 perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlanjutan pendidikan anak daerah.

“Komitmen ini bukan hal baru. Sejak 2024, Pemkab Kutim telah menjalankan program ‘Beasiswa Indonesia Emas Daerah.’ Bahkan, pemerintah telah menjalin kerja sama dengan sepuluh perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Saat ini, sebanyak 150 anak Kutai Timur telah merasakan buah dari skema kerja sama tersebut,” sebutnya.

Mulyono mengatakan kebijakan beasiswa tidak hanya ditujukan untuk meringankan beban biaya pendidikan. Menurutnya, program tersebut juga memiliki fungsi untuk mendorong siswa agar memiliki motivasi belajar dan berprestasi.

“Beasiswa bukan hanya bantuan pendidikan, tetapi juga menjadi motivasi bagi anak-anak kita untuk terus belajar, berprestasi, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa depan,” ujar Mulyono di sela kegiatan.

Selain program Beasiswa Indonesia Emas Daerah, Pemkab Kutim juga menjalankan Beasiswa Stimulan Siswa Tahun 2026. Sosialisasi program tersebut diikuti kepala sekolah SMA sederajat dan operator sekolah dari 18 kecamatan.

Kepala Bagian Kesra Setkab Kutim, Norhadi, mengatakan tahun ini pemerintah menargetkan 1.000 penerima yang tersebar di 62 SMA sederajat.

“Target beasiswa tahun ini sebanyak seribu orang, tersebar di 62 SMA sederajat. Secara hitungan, masing-masing sekolah akan mendapatkan kuota sekitar 15 orang,” ungkap Norhadi.

Dalam pengelolaan pendidikan, Disdikbud berfokus pada jenjang SD dan SMP, termasuk program Tahfiz. Sementara beasiswa stimulan untuk jenjang pendidikan lebih tinggi dikelola Bagian Kesra.

Pemerintah berharap kesinambungan berbagai program beasiswa dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia Kutim dan membuka peluang pendidikan yang lebih luas bagi anak daerah.(ADV/prokopim/Kutim)

Total Views: 301

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *