Top Banner
Pemkab PPU

Tekan Penggunaan Pestisida, Bapelitbang PPU Kaji Penerapan Budidaya Minapadi

415
×

Tekan Penggunaan Pestisida, Bapelitbang PPU Kaji Penerapan Budidaya Minapadi

Sebarkan artikel ini
Plt Kepala Bapelitbang PPU Ade Rianto Embongbulan

PENAJAM – Upaya menciptakan sistem pertanian terpadu berwawasan lingkungan terus dimatangkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Salah satu cara strategis yang kini masuk dalam agenda kajian adalah penerapan konsep minapadi, yakni metode penggabungan antara budidaya tanaman padi dan pemeliharaan ikan pada satu hamparan lahan persawahan yang sama.

Langkah ini dipandang mampu memicu diversifikasi hasil panen bagi para petani lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia maupun pestisida berbahaya yang dapat merusak keseimbangan ekosistem sawah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bapelitbang PPU, Ade Rianto Embongbulan, mengatakan konsep minapadi sebenarnya sudah memiliki pijakan kuat secara nasional melalui program kerja sama Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dengan kementerian terkait sejak bertahun-tahun lalu.

“Minapadi itu konteks atau konsep, perpaduan antara perikanan dengan kegiatan pertanian,” kata Ade saat diwawancarai mengenai pengembangan pertanian di Kabupaten PPU, Selasa (20/10/2026).

Ade menambahkan bahwa keberadaan ikan di sela-sela tanaman padi dapat membantu menjaga kestabilan lingkungan serta mendukung proses ekologis secara alami.

“Sejak 2015, kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan program minapadi,” jelas

Penerapan budidaya berbasis ekosistem di PPU ini juga menjadi jawaban atas penataan kembali fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Saat ini, luasan LP2B PPU teridentifikasi mengalami penurunan hingga di bawah 7.000 hektare dari yang sebelumnya mencapai lebih dari 8.000 hektare.

Bapelitbang bersama Dinas Pertanian terus melakukan pemetaan ulang agar potensi pengairan serta pemanfaatan lahan pertanian bisa kembali dioptimalkan secara efisien. Ia bilang, persoalan infrastruktur pengairan teknis dan kesiapan sarana pendukung masih menjadi tantangan di lapangan.

Sebelum ide ini benar-benar direalisasikan dalam skala luas, pemerintah daerah merasa perlu meneliti lebih mendalam terkait ketersediaan air, kondisi tanah, dan kesiapan para kelompok tani di setiap kecamatan. Kajian berkesinambungan diharapkan dapat memastikan bahwa inovasi minapadi dapat meningkatkan kesejahteraan petani PPU secara berkelanjutan tanpa menimbulkan risiko teknis. (Adv)

Total Views: 0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *